Terinspirasi dari Film, Siswi SMP Nekat Bunuh Bocah 6 Tahun

Jakarta-Peristiwa pembunuhan bocah 6 tahun di Sawah Besar, Jakarta berhasil menyita perhatian publik.

Pasalnya pelaku pembunuhan sadis itu dilakukan oleh seorang remaja berinisial NF (15) yang masih SMP, alasannya karena terinspirasi dari film.

Selain film, menurut psikolog ternyata ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seorang anak bertindak keji, bahkan melakukan pembunuhan.

NF membunuh tetangganya itu dengan cara sadis, dimasukkan ke dalam air dan mayatnya disimpan di dalam lemari kamarnya.

Menanggapi hal itu, Dharmawan Ardi Purnama, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa menilai NF memiliki gangguan kejiwaan seperti psikopat.

Dharmawan menambahkan jika seseorang tidak memiliki kelainan jiwa, film tidak akan berpengaruh dalam kehidupannya.

“Banyak yang menonton film horor, tapi tidak sampai kayak dia (pelaku).”

“Pelaku memiliki kelainan dalam memproses informasi dan perasaan.”

“Untuk orang lain, menonton film genre horor atau thriller hanya untuk meningkatkan adrenalin sesaat,” paparnya, dikutip Kompas.com.

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam kasus ini, film menjadi pemicu untuk mendorong seorang psikopat melakukan aksi sadisnya.

Selain film, banyak faktor lain yang menjadi pemicu dilakukannya pembunuhan sadis tersebut.

Faktor trsebut di antaranya berasal dari lingkungan dan pengawasan dari orangtua.

Dharmawan menegaskan, orangtua jika melihat anaknya berperilaku menyimpang harus melakukan pendampingan seksama.

Tak hanya itu, ia menyebut seorang anak yang memiliki gejala psikopat bisa diantisipasi dengan membawanya ke psikiater.

“Jika orangtua melakukan pendampingan dengan seksama, membawa anaknya ke psikolog atau psikiater jika perilakunya menyimpang, maka tanda-tanda psikopatik pada anak akan bisa dikendalikan,” tutur Dharmawan.

Siswi SMP ini mengaku tidak menyesal atas perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa bocah 6 tahuntersebut.

NF mengakui perbuatannya dengan mendatangi kantor polisi saat hendak berangkat sekolah.

Kemudian, ia melakukan aktivitas seperti biasanya setelah membunuh korbannya.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Susatyo mengatakan, selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya akan melakukan tes kejiwaan terhadap NF.

Sebab, secara sadar pelaku melakukannya dan tak menyesali perbuatan itu.

“Selain melakukan olah TKP terhadap tempat hilangnya nyawa korban.”

“Kami ingin mendalami sejauh mana hubungan atau aspek kejiwaan yang nanti dibutuhkan dalam pemeriksaan kejiwaan,” kata AKBP Susatyo di lokasi, Jumat (6/3/2020), dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Heru Novianto menyampaikan pelaku mengaku sadar saat melakukan tindakan tersebut dan tak menyesalinya.

Hal itu berdasarkan dari hasil pemeriksaan sementara NF.

“Ini masih dalam pendalaman karena ini sedikit unik.”

“Si pelaku ini dengan sadar diri dia menyatakan telah membunuh dan menyatakan tidak menyesalinya, bahkan merasa puas,” kata Heru.

Terinspirasi Film

Kebiasaan NF ini kerap menonton film bergenre sadis dan horor.

Bahkan, NF membunuh APA terinspirasi dari salah satu adegan film tersebut.

Yusri Yunus mengatakan, NF kerap menonton salah satu film yakni Chucky yang populer pada tahun 1980-an itu menceritakan tentang boneka pembunuh.

“Tersangka ini sering menonton film horor. Salah satunya Chucky.”

“Dia senang menonton film horor itu memang hobinya itu,” kata Yusri di Polres Metro Jakarta Pusat, Kemayoran, Sabtu (7/3/2020), dikutip dari Kompas.com. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Psikolog Ungkap Pemicu Remaja Bunuh Bocah 6 Tahun, Soal Inspirasi Film hingga Faktor Keluarga